Pergilah anak itu dengan cucuran doa ibunya
Membasah pada rambut keritingnya
Jangan matahari bersekutu angin mengeringkan
Walau dia akan pulang pada malam yang mencibir
Dan benar, dia datang bersama bulan berbalut hujan:
basah kuyup mata dan hatinya
“Kamu sudah besar, nak!” - begitulah, ada sepi yang teriris
Di dinding ilusi yang tinggi, ada wajah bergeming terendam dalam bingkai
Dia ingin menggapainya dengan tangan yang, ah, makin panjang
Ya, sia-sia ia,
Sebab bingkai itu semakin mengapung secepat waktu
Dan seketika itu sisi bingkai berguguran bersama kata yang harus ia piara selama bisa membaca
Wates: 1 Januari 2012
neny mariani suhardiyah
Wates: 1 Januari 2012
neny mariani suhardiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar